Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyerahkan daftar Calon Legislatifnya ke pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (19/08). Dalam daftar caleg PKS tersebut, tidak mencantumkan nama artis sama sekali.Sejumlah pengurus DPP PKS mendatangi Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, sekitar pukul 12 siang. Namun dari sebanyak 12 ribu dokumen berisi 573 nama caleg, sama sekali tidak mencantumkan nama selebritis sebagai pendongkrak popularitas.
Wakil Sekretaris Jendral DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya memang membutuhkan popularitas. Namun, PKS lebih mengutamakan kompetensi calegnya.
“Popularitas itu memang penting, tapi kita lebih mengutamakan kompetensi. Istilahnya kita tidak mau membeli kucing dalam karung,” ujar Mardani kepada wartawan termasuk Jakartapress.com.
Lebih lanjut Mardani menjelaskan, nama-nama yang disiapkan telah diseleksi berdasarkan integritas dan kompetensi di bidangnya masing-masing. PKS telah menyerahkan nama-nama caleg ke KPU secara lengkap dengan segala persyaratannya. Dari 573 nama tersebut, 35% diantaranya adalah perempuan yang rata-rata berusia 30 sampai 45 tahun. Mereka merupakan kader PKS yang telah lama terlibat di dunia politik.
Caleg PKS, menurut Mardani, selain harus memenuhi persyaratan partai, juga telah disumpah setia yakni tidak melakukan perbuatan korupsi, hidup sederhana, dan menjaga integritas moral.
"Jika ada yang melanggar janji tersebut, mereka langsung kami tindak tegas. Kami mengharapkan kedepannya DPR lebih profesional," tegasnya.
Mardani juga menegaskan, bahwa caleg PKS harus muslim. Caleg non muslim, hanya akan ditempatkan di tingkat propinsi atau DPRD tingkat II yang mayoritas masyarakatnya non muslim, seperti di Papua. (ISW)
Caleg Artis Demokrat siap Tempur
Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie memperkenalkan lima orang caleg perempuan Partai Demokrat yang bakal maju ke DPPRRI dalam pemilu mendatang dalam jumpa pers bertema “Temu Wartawan khusus Infotainment dengan Caleg Artis Demorkat”. Jumpa pers tersebut difasilitasi oleh Bravo Media Center, di Jalan Teuku Umar 51 Menteng, Jakarta Rabu petang 4 Maret 2009. Kelima artis yang ditampilkan tersebut adalah Jane Shalimar (Banten I), Theresis E. Pardede (Jabar II), Nova Riyanti Yusuf (DKI II), Inggrid Kansil (Jabar IV), Venna Melinda (Jatim VI), dan Windi Winarti yang maju untuk DPRD DKI.
Kepada wartawan yang mewakili media elektronik dan cetak nasional yang hadir, Sekjen menjelaskan kesiapan caleg-caleg perempuan Partai Demokrat itu bertarung dalam pemilu yang akan digelar pada tanggal 9 April 2009 mendatang.
Kepada pers, para caleg ini menjelaskan, mereka sudah cukup lama bergabung dengan Partai Demokrat, bukan gara-gara mau mencalegkan diri lalu masuk bergabung dengan Partai Demokrat.
Mereka juga menjelaskan visi dan misi mereka berjuang di legislatif seandainya nanti dipercaya rakyat dan terpilih.
Para artis caleg Partai Demokrat ini juga memaparkan apa yang menjadi tujuan mereka, keinginan untuk memperjuangkan rakyat untuk jadi lebih baik dan melanjutkan tugas-tugas pemerintah yang prorakyat.
Sejatinya temu pers ini untuk memberikan kesempatan kepada wartawan infotainment untuk menguras informasi yang seluas-luasnya berkaitan dengan pencalegan mereka, tapi wartawan politik pun banyak hadir dalam jumpa pers ini.
Wartawan ingin mengetahui bagaimana cara para artis di tengah-tengah kesibukan mereka sehari-hari sebagai artis bertarung dengan para politisi tulen yang menjadi saingan mereka.
Tiga caleg lain yang kini sudah menjadi anggota DPR karena menang dalam Pemilu 2004 lalu, semula diharapkan hadir dalam jumpa pers, tapi karena mereka ada kesibukan lain sehubungan tugas-tugas legislatifnya, mereka tidak bisa datang. Yang berhalangan ini adalah: Angelina Sondakh (Jateng VI), Adjie Massaid (Jatim II), dan H. Qomar (Jabar VIII).(Anto)
Caleg Artis PAN , Ikut kursus POLITIK???
JAKARTA, JUMAT — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir sebelum menonton premier film Laskar Pelangi di Jakarta, Kamis (25/9) petang, mengungkapkan, calon anggota legislatifnya yang berasal dari kalangan artis saat ini sedang mengikuti kursus politik seminggu dua kali di Charta Politika. Lembaga yang diketuai dosen politik Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto, ini diharapkan mampu memberi bekal bagi artis PAN dengan kemampuan dan pengetahuan politik.
”Inilah komitmen PAN dan konsekuensi PAN yang memberikan kesempatan kepada semua komponen bangsa untuk ikut dalam pencalegan di PAN. Mereka yang memiliki kekurangan bekal ilmu politik digembleng ilmu politik,” ujar Soetrisno.
PAN, menurut Soetrisno, meskipun membuka diri bagi kalangan artis, tidak melupakan kader-kader PAN yang sudah ikut membesarkan partai, juga merekrut kalangan aktivis mahasiswa dan intelektual dari kampus.
”Ada caleg yang berasal dari Muhammadiyah, NU (Nahdlatul Ulama), dan ormas kepemudaan Islam lainnya,” ujarnya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN Totok Daryanto mengatakan, komitmen PAN dalam memperluas jaringan baru PAN bukan berarti meninggalkan konstituen lamanya. Itu sebabnya kaum intelektual terpelajar yang selama ini menjadi ikon PAN tidak akan pernah hilang.
”Bahkan, ada caleg yang berasal dari kalangan wartawan sampai penyandang tunanetra. PAN punya dua caleg dari kalangan tunanetra, sedangkan caleg dari kalangan intelektual sudah tidak perlu diragukan lagi,” ujar Totok lebih lanjut.
Wakil Sekretaris Jenderal PAN Teguh Juwarno mengatakan, PAN yang sekarang sudah berbeda dengan PAN yang didirikan pada awal reformasi. PAN bukan hanya partai yang tidak mempunyai beban sejarah, tetapi juga menawarkan solusi bagi kemajuan bangsa ini.
”Sejak awal, Ketua Umum PAN selalu mengajak kader PAN dan seluruh komponen bangsa ini untuk membangun kemandirian,” ujarnya. (MAM)
Baca selengkapnya..








