Mungkin pengalaman ini pertama bagiku ke daerah pengungsian di kawasan aman Merapi . Walaupun agak telah kuceritakan tapi , mungkin sebagai tautan memoriku yang akan senantiasa tersimpan di Blog ini .
Awalnya tanggal 30 Oktober sore hari nya , hanyalah persiapan untuk menyumbangkan ke Korban Merapi . Namun , tak kusangka setelah membeli perlengkapan bersama mas Fanani , mas Hendri , mbak Indah , dan kakak - kakak BEM FISIPOL lainnya di Malioboro beberapa dari kami langsung menuju posko di Merapi .
Perjalanan yang cukup melelahkan kami tempuh menuju posko Purwobinangun , setelah sebelumnya sempat menyinggahi rumah Mas Kerti untuk beristirahat sejenak . Menurut mas Kerti kondisi di lereng Merapi , rumah mbah Maridjan sangat memprihatinkan dengan kondisi rumah yang hancur di terjang Wedhus Gembel .
Mas Kerti sempat berkeliling di sekitar Posko Kawasan Merapi , karena beberapa hari sebelumnya mas Kerti berkumpul di rumahnya itu bersama sanak Keluarga . Kami pun bersama - sama menuju ke Posko Purwobinangun untuk menyampaikan bantuan kami .
Adapun yang kami bawa , antara lain pakaian dalam wanita , baik BH maupun Celana Dalam , kemudian Susu Balita , dan Makanan Bayi . Dan tak luput juga pembalut kami bawa untuk disumbangkan .
Darimana kami memperoleh uang ? . BEM FISIPOL yang dimotori oleh Mas Fanani dan saya dan beberapa kawan dari BEM FISIPOL menyelenggarakan penggalangan dana di kawasan sekitar Malioboro pada tanggal 28 Oktober 2010 . Tepatnya hari Sumpah Pemuda, dan alhamdulillah setelah dihitung dan direkapitulasi hasilnya sekitar 1,7 juta .
Dari hasil inilah kami membelanjakan untuk disumbangkan ini . Adapun kami sampai di pokso Purwobinangun sekitar jam 9 malam . Kami menyempatkan diri meninjau ke Posko Kesehatan UMY yang kebetulan berada di Posko Purwobinangun .
Tenaga medis dari AMC dan FKIK UMY merelakan tenaga mereka untuk membantu pengungsi di kawasan Purwobinangun ini . Setelah sempat berbincang - bincang dengan salah satu penanggungjawab posko kesehatan , mas Fanani dan mas Kerti pun bertanya ke petugas logistik mengenai prosedur penyerahan bantuan .
Dan akhirnya , kami membawa bantuan kami ke petugas Logistik untuk di data , kemudian setelah di Data kami diberikan tanda terima (hingga sekarang masih ada di saya) , dan kami pun bertolak kembali ke rumah mas Kerti .
Walaupun kawan kami Ghozy, bertolak kembali ke Yogyakarta karena ada urusan yang diselesaikan . Akhirnya , kami di rumah mas Kerti menginap untuk besoknya menuju ke Posko - Posko yang dapat kami jangkau.
Bersambung --
Posko Merapi Seperti Pasar Malam









0 comments:
Post a Comment