Tak terasa sudah kini saya sudah duduk di bangku perguruan tinggi (lagi) setelah dua tahun yang lalu duduk di bangku SMA . Waktu tak terasa terus berjalan dengan cepatnya seakan – akan tak berhenti untuk sedetik pun. Perasaan gundah terus menerus mendera hati , kenapa ? mungkinkah karena saya sedang falling in Love ? jawaban saya tidak !
Kegundahan itu muncul dari kekhawatiran yang sangat mendasar merupakan tanggung jawab moral kepada saya . Salah satunya adalah membanggakan kedua orang tua , mengapa menjadi gundah ? toh itukan motivasi buat anda ? bukan membanggakannya menjadi masalah , namun tanggung jawabnya itu loh ! , tanggung jawab yang mana ?! ikuti saja alur ceritanya , ok!
Saya tidak tahu ini salahku atau salah siapa , hanya Tuhan yang tahu . Semenjak saya pindah dari kampus sebelumnya , tersirat perasaan menyesal dalam hati saya . Kenapa harus menghabis- habiskan uang di kampus yang notabene bukan tujuan saya ?! Tapi perasaan itu selalu saja terbersit setiap waktu , tapi saya belum menemukan jawabannya hingga sekarang .
Tanggung jawab itu benar –benar mengikat saya untuk belajar dan belajar tanpa henti , menambah ilmu dan wawasan . Tapi setiap saya belajar dan memahami kegundahan itu selalu datang , apakah saya bisa ? apakah orang tua saya senang dengan pencapaian saya ini ? apakah yang saya pelajari ini benar ? .
Hahhh .. Itu semua memenuhi fikiran saya , bila diibaratkan untuk mengolah pertanyaan tersebut di otak , si otak bagaikan lokomotif yang berpacu terus mencari jawaban itu !. saya rasa otak ini mau pecah , akhirnya setelah tidak mendapatkan jawaban maka pertanyaan itu dilontarkan lagi ke hati .
Kala mencapai hati , kegundahan itu makin menderu . Namun di hati lah sebenarnya jawabannya , saya menemukannya (gotcha!) . Sebuah jawaban singkat yang cukup menenangkan hati yakni “SABAR” , whatt ! sabar apanya .. Tapi setelah mendalami lagi , sabar merupakan jawaban yang terbaik untuk mengatasi laju deruan ini .
Sabar disini bermakna untuk tetap konsisten menjaga tanggung jawab itu dari orang tua , sabar untuk menanti hasil dari ikhtiar kita , sabar untuk memproteksi diri dari hal negatif , sabar untuk menghadapi segala masalah dan problema pada masa perkuliahan , sabar dan tawakkal adalah anjuran Al – Qur’an dan Hadist .
Maka bersabarlah kawan – kawan bila kisah anda sama seperti saya , sesuatu yang dilakukan dengan sabar akan berbuah manis . Bila anda tidak sabaran pasti buahnya akan kecut . Coba saja kawan – kawan melihat Mangga diatas pohon , bila kawan sabar untuk menanti Mangga tersebut buahnya akan manis , bukan ? tetapi kalau nggak sabar dan terburu – buru mengambilnya pasti rasanya kecut ?! Inilah sikluas alam yang mesti kita ikuti dan kita baca bukan dengan mata tetapi dengan hati .
Ditulis pada 27 Maret 2011 , dari balik jendela diatas meja belajar di Asrama UNIRES Putra dengan hujan menderu .









0 comments:
Post a Comment